Rabu, 10 September 2025
seuntai asa
Ya ALLAH kemana pergi doa doku ...aku ingin menyerah tapi hati kecilku terus berbisik utuk bertahan dengan seuma ini ..air mata demi air mata terus menetes dipipi .
entahlah ini mungkin takdir yang ahrus kujalani dengan segala mimpi yang awalnya kubangun . jadi membisu diri kadang tak tau harus berdoapun apa yang dipinta serasa lelah dan hanya bisa "ya Rabb dan ya Rabb "saja .
terus saja seperti itu ..entah kemana langkah kaki ini akan melangkah serasa lelah sekali tapi tetap harus kujalani jalan yang perih serasa berjalan diatas duri
dia baik
dia tidak pemarah
dia sangaaaat pengertian
dia sangat memahami
dia seperti tanpa cela
tapi akhirnya ujianya adalah pada masalah ekonomi ,ya benar sekali serasa berat sekali menjalani dan seolah tak tau harus bagaimana lagi .
hari berganti hari dengan segala maaf dan emosi ,serasa ingin pergi bukan untuk tak bersama lagi tapi untuk memperbaiki keadaan ini . ingin kutangani kesulitan ini dengan pergi agar lebih baik lagi .
lelahhh rasanya sangat lelah memberikan pengertian agar ia mu berusaha ,agar mau berubah ,agar mau mengusahakan keadaan yang sudah terlanjur sulit .
iba pun pada keadanya sudah ayah tak ada ibu tak peduli pula ...ahhh kadang malas membahasnya ,tapi kepal;a serasa mau pecah dengan segala ketidakpedulianya
doa terindah untuk putri_putriku kelak semoga
ALLAHanugerahkan suami baik,pengertian,setia,memahami pekerja keras ,punya inisiatif untuk kehidupan yang lebih baik,sholeh bisa membimbing ,bisa mengrahkan mau belajar dan mau bekerja keras untuk kebahagian keluarga istikomah dengan mereka mengajak kesurga
SALAH SATU bagia tersedih ejadi seorag ibu adalah ketika aak eahai da egerti terhadap apa yag kita alaI
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar